- sebuah realita yang terjabarkan melalui tulisan -
Female
Mengawali hari dengan senyuman sambil menikmati a cup of coffee in the morning, terasa lengkap. Melatih diri untuk tersenyum dapat mengobati sakitnya hati dan pedihnya luka batin. Semoga hari-hari ini dijalani dengan keikhlasan dan memulai untuk senyumanis kepada setiap insan.
lajang, fase 20an, pembuat peta, moody, suka difoto, sedikit narsis, jutek, cenderung galak, simple, not smart and too far from clever, sok cuek padahal full of care [hu..hu]
belajar menulis, sedikit curhat, proses pendewasaan, adaptasi kenyataan, menanti fajar, kesendirian, learn to stop crying
kaos putih, kemeja bergaris, sepatu flat, lipstik cokelat, body mist flower, kuteks berwarna, lulur bali, film korea, ten2five songs, barang discount-an [ha..ha]
Mendadak menjadi sosok aneh ketika bersentuhan dengan yang namanya perasaan dan hati. A workacholic wannabe tapi masih "little-little i can". Berusaha menjadi wanita sesungguhnya *halah*
now i'm engaged, fase 20 sekian, [masih] membuat peta, [sedang] mempelajari ilmu lingkungan, menantikan pernikahan, and just ordinary people
menambah koleksi tulisan, curhat colongan, proses pendewasaan, adaptasi kenyataan, mengungkapkan rasa cinta, menguraikan isi hati, [selalu] merindukan pelukan dan kecupanya, and learn to always understanding him
softlense berwarna, rambut terikat, lipstik caramel, jacque martin arloji, silver engaged ring, t-shirt, jeans, purple shoes, and sling bag [pudar warna :p]
gemar hunting barang discount-an, kahitna&ten2five songs addicted, *like-unlike* going to book store just to squire him ;). A pns wannabe. Berusaha menjadi wanita sesungguhnya *halah*
Sejujurnya saya nyaman sekali berada di sini, tempat saya sehari-hari berkarya dan mendedikasikan diri untuk negara. Akan tetapi banyak hal yang semakin lama semakin membuat saya merasa sudah bukan tempatnya lagi saya di sini. Entah karena produktivitas saya yang menurun atau mungkin dikarenakan status yang belum jelas. Hingga saya berfikir untuk tidak melanjutkan lagi dikemudian hari. Tapi sejujurnya saya tetap butuh pekerjaan, entah perusahaan mana lagi yang akan membutuhkan saya akhirnya.
Saya tahu ALLAH SWT sangat sangat sangat baik sama saya, sehingga saya terlena akan kebaikkanya. Entah saya hanya merasa tidak dihiraukan atau apa, yang pasti saya juga ingin sibuk dan sangat sibuk seperti mereka. Butuh dan sangat dibutuhkan di sini. Semoga kegamangan saya ini ada ujungnya, tak ingin berujung tidak baik nantinya. Saya hanya ingin mendedikasikan diri ini agar lebih berguna untuk orang lain, bangsa, negara dan agama. Entah melalui celah yang mana. Tetap di sini atau mungkin di tampat lainnya. Berharap itu lebih baik. Amin
Semoga ALLAH SWT menjawab doa-doa saya
Sekali lagi, saya tak ingin mengeluhkan apa yang terjadi, karena hanya membuang waktu saja. Ini yang pertama dan semoga jadi yang terakhir :)
Pagi ini saya setengah sadar setelah mengalami mimpi yang
saya sendiri tidak mengerti maksudnya, hanya saja saya merasa ada yang hadir
dalam mimpi saya.
Sudah lama memang dia pergi dari
dunia ini, meninggalkan orang-orang yang dia cintai dan orang-orang yang
mencintainya. Setelah berjuang dalam rasa sakit yang tidak saya ketahui dan
sekalipun saya belum pernah menengoknya. “Maafin gw ya”, ucap saya hari itu disamping
jasadnya. Mungkin memang belum jalan Allah SWT yang menggiring saya untuk
sekedar menjenguk dan mendoakan kesembuhannya, dan mungkin juga karena komitmen
saya dengan suami saya saat ini (yang dulu berstatus tunangan). Saya menghargai
dia karena saya mencintai tunangan saya maka saya mengulur waktu untuk bisa
menjenguknya. Tapi takdir berkata lain, sekalipun saya tidak pernah menjenguk
dan mungkin dia sangat berharap saya datang untuk melihatnya. Malam sebelum
kepergiannya, dia seperti datang ke rumah saya untuk berpamitan, reflex saya
menjawab salamnya “Wa’alaikumsalam” terbangun tiba-tiba ketika sedang nyenyak
tertidur. Saat itu saya lihat jam di ponsel saya menunjukkan pukul 02.00, shubuh
atau entah jam brp sekitar jam 04.00 dini hari saya dapat kabar melalui sms
dari teman saya bahwa dia telah berpulang ke pangkuan-Nya. Pergi meninggalkan
dunia ini bersama rasa sayang dan cinta yang dimilikinya untuk saya. Shock,
kaget, sedih dan campur rasa bersalah. Hari itu juga saya melayat dan sedikit
menangis di samping jasadnya, semoga dia tahu apa yang saya lakukan bukan
semata-mata saya membencinya tapi saya sangat menghargai tunangan saya saat
itu. Hanya dapat memeluk ibundanya yang amat pasrah atas kepergian anak
kesayanganya dan berkata ditelinga saya bahwa putranya menitipkan salam sayang
dan mengutarakanya melalui ibunya untuk saya. Hening dengan derai air mata saya
saat itu. Semoga kamu tenang ya di sana, semoga Allah SWT memberikan pendamping
yang tercantik di tempatmu sekarang.
Dan semalam ketika saya tertidur,
saya bermimpi bertemu dengannya. Tidak ada yang berubah masih tetap sama, segar
bugar dan tersenyum bahagia. Entah kenapa di dalam mimpi itu dia tidak banyak
berkata-kata, dia mengajak saya untuk naik ke motor besarnya (mungkin di
alamnya sana dia pake motor gede kali ya…hehe) saya ikutin kemauannya. Berjalan
dan berkeliling sebentar saya dalam boncengannya, satu kata yang saya ingat
yaitu “ibu” sambil menunjuk ibunya. Dan saya saat itu seperti mengikuti
perintahnya untuk menyampaikan salam “hai bu” dan sambil melambaikan tangan.
Entah saya dibawa kemana tapi rasanya cuma sebentar dan tidak jauh. Saya merasa
dia sebenarnya ingin membawa saya pergi jauh dengan motornya itu, tapi entah
tiba-tiba saat dia memarkirkan motornya saya turun lantas meninggalkan dia,
karena saya ingat suami saya yang sedang menunggu saya. Saya pergi begitu saja
meninggalkan dia dan menghampiri suami saya yang seperti sedang berada di
sebuah warung. Lalu kemudian saya menggenggam erat tangan suami saya dan
kami keluar bersama. Saat saya berjalan berdua, saya melihat dia sekelebat
tengah jalan dan memperhatikan kami. Saya hanya menoleh ke belakang dan dia
pergi menghilang.
Entah apa ini, agak aneh rasanya,
tapi ini sepertinya nyata. Saya pun terbangun dan masih berada dipelukan suami
saya. Tidak sadar ada apa saya kembali tertidur. Saya baru ingat setelah
selasai mandi dan sholat shubuh. Ternyata ini mimpi atau hanya sekedar bunga
tidur atau apa. Memang dulu pernah saya memohon untuk bisa bertemu walaupun
hanya dalam mimpi, ternyata Allah SWT sangat baik. Dia pertemukan kami di dalam
mimpi disaat kondisinya mungkin sudah lebih baik. Saya tau dia bahagia disana,
saya juga tahu dia ingin melihat saya bahagia. Seberapun besarnya rasa sayang
yang dia miliki untuk saya dan rasa itu dibawanya sampai mati, tapi saya hanya
berharap masih ada sisa cinta untuk wanita lainnya yang akan menjadi
pendampingnya kelak. Amin
“Di, gw tahu lo dateng nemuin gw,
makasih ya sudah dateng, semoga lo disana bahagia dan semoga pertemuaan ini
bisa membuat lo lebih ikhlas untuk menerima semua. Gw sangat respect sama lo,
baik-baik ya di sana :) “
I’m a maper, not very well a geographer,
still learning how to make and analys of remote sensing and gis but I’m very
happy being an operator gis for a years before.[bahasa inggeris ngawur]
Ga nyangka saya telah mencintai
pekerjaan saya, menikmati kesibukan yang berhubungan dengan yang namanya peta
[aku peta-aku peta]. Hampir lima tahun belakangan ini kerjaan saya cuma
membuat, menganalisis dan mengolah data untuk dijadikan suatu peta.
Menyenangkan, sangat. Walaupun pada awalnya sungguh berat, apalagi ketika masih
menjadi mahasiswi suatu perguruan tinggi negeri di fakultas geografi. Saat itu
saya merasa salah ambil jurusan, hingga hari-hari saya cuma membuat peta dan
komposisinya. Belajar mengenali objek dalam hamparan permukaan bumi yang divisualisasikan
pada bidang datar, kemudian mendeliniasinya, dan mendeskripsinya sebagai apa.
Pelajaran demi pelajaran saya ikuti dengan susah payah hingga akhirnya pun saya
lulus dengan predikat Cumlaude *sombong* #ToyorJidat.
Kesempatan datang tanpa diminta
dan tanpa dinyana, akhirnya setelah selesai revisi tugas akhir, saya ditawarkan
oleh bapak dekan untuk magang di salah satu departemen yang lumayan bonafit
[menurut saya, dulu]. Waktu itu saya hanya bertanya, “lokasinya di daerah mana
pak?” karena sebelumnya saya pernah meminta untuk perkerjaan di wilayah Jakarta
pada ketua Jurusan saya kala itu. “Di jakarta selatan koq, en” begitu ujar si
dekan. Mendengar wilayah jakarta selatan, mata saya langsung berbinar dan
segera mengiyakan/setuju atas tawaran si dekan. Karena alasan rumah saya saat
itu di kawasan jakarta selatan juga, saya fikir lebih baik cari yang dekat,
masih bisa digapai.
Singkat kata jadilah saya pegawai
kontrak atau honorer atau pegawai tidak tetap [ptt] di salah satu pusat yang
bernaung dibawah sekertariat jendral sebuah departemen. Bangga donk saya saat
itu, bisa menunjukkan pada orang-orang yang dulu pernah mencibir ketika saya
mengambil jurusan remote sensing and gis atau geografi. Mereka fikir mau jadi
apa saya [bekerja dimana] nanti setelah lulus, karena pemikiran mereka yang
keren itu lulusan ekonomi atau sastra atau malah hukum. Entahlah. Yang pasti
saat itu saya boleh berbangga diri ketika mereka tanya saya kerja dimana, dan
menjawab di departemen anu [jangan mikir jorok loch :p]. Lebih bangga lagi
ketika saya baru berada belum ada 1 tahun tapi sudah bisa dinas luar
kemana-mana dan naik pesawat. Horeyy naik pesawat [noraknya]. Padahal
sebelumnya saya juga sudah pernah naik pesawat, tapi tidak naik burung Garuda
*lhoh*. Ituloh maskapai penerbangan terkenal punya kita [sambil ngelirik
sendok&garpu yg diembat waktu naik tuh pesawat..hehe]. So far sih waktu itu
saya bisa bikin iri bin sirik sodara-sodara saya, sampai-sampai pada minta tanda
tangan eh salah jatah oleh-oleh kalau saya dinas.
And then kesempatan emas kaya
gitu ga berlangung selamanya, harus ada up and down dalam kehidupan. Selama ada
di pusat itu hampir lima tahun dan merasakan kenyamanan serta kekeluargaan yang
dekat, mungkin ada saatnya harus berada di titik nadir. Entah ini akan cepat
atau lambat. Ketika saya sedang semangat-semangatnya kembali khusyuk bekerja
dan mengembalikan ritme serta kinerja saya yang dulu pernah hilang [akibat
diselingin dengan kuliah lagi, cari gelar] namun ada saja halangan dan
rintangan. Mungkin lebih tepatnya cobaan. Ketika atasan es.4 saya tidak pernah
memandang saya itu ada dan hadir, tidak pernah mengikut sertakan saya dalam
rapat pekerjaan apapun, ketika kinerja saya mau baik atau buruk tetap saja
dipandang buruk, ketika saya dianggap tidak capable untuk mengerjakan suatu
kerjaan/tugas, dan ketika pns-pns baru itu bermunculan, maka seketika itulah
pintu untuk saya mengembangkan potensi diri seperti tertutup. Saya hanya bisa
pasrah dan lemas. Sedih dan menangis meratapi nasib. Mengapa begitu banyak
orang dan tidak satu orangpun yang melihat saya bekerja, tidak satu orangpun
tau saya punya potensi dan tidak ada siapapun yang bisa menghargai hasil kerja
saya. Seperti ingin masuk ke lubang yang dalam dan berharap tak muncul lagi
sampai semua orang merasa telah kehilangan saya. Tapi itu terlalu hiperbolis
:D.
Entahlah, apa saya terlalu
mencintai pekerjaan saya? Apakah saya terlalu asik dengan pekerjaan saya? Apa
saya memang tidak capable untuk mengerjakan semua perkejaan itu?
Mulai setelah UAS saya yang
terakhir berakhir, saya kembali menemukan jati diri *sok* dalam bekerja. Datang
lebih awal [saking semangatnya, walaupun berangkat dari rumah jam 7 atau 7.30 kemacetan
cinere – blok m membuat saya tiba di kantor tetap jam 9] dan pulang sama
seperti dulu [biasanya] jam 5 dan mungkin lebih. Seditutupnya itu kantor [OB
nya agak males kalau nunggu orang mau leha-leha lembur dikantor] biasanya
pulang habis magrib kalau ada yang sekalian pulang malam. Apa mungkin karena
saya saking semangatnya ya, jadi merasa saya kurang diperhatikan, padahal
biasanya saya sudah ngeluyur dan acuh tak acuh sama kerjaan. Dan puncaknya
ketika banyak hal yang mengindikasikan saya akan didepak dari kantor ini,
dengan bermula pada pemotongan gaji [garis bawahi]. Ngenes banget. Gaji gak
seberapa tapi dipotong jadi tambah ga seberapa lagi. Owalah sialnya nasibku.
Pusing tujuh keliling saya
memikirkan ini, entah harus mengeluh pada siapa. Dan itu tidak akan merubah
jumlah besarnya gaji saya. Akan tetap kecil dan tambah kecil ketika dipotong
sekian persen itu. Sadis.
Akhirnya saya berfikir,
sebenarnya niat saya bekerja itu untuk apa? Untuk materi [gaji], untuk
kesenangan, atau untuk loyalitas terhadap negara. Oh sungguh Oh adakah yang
akan peduli apabila saya loyal terhadap negara sampai-sampai dibayar tipis pun
tetap terima. Hanya untuk menyajikan dan berbuat yang terbaik untuk negara dan
bangsa ini. Selebihnya, keuntungan hanya dinikmati sebagian kecil orang, dan
ingat itu milik negara yang harusnya dinikmati untuk rakyat bersama bukan hanya
pribadi dan golongan. Oh sungguh saya sok suci.
Dan kemudian, saya sendiri yang
harus membangun semangat dan keikhlasan, bahwasanya segala sesuatu yang sudah
saya punya saat ini hanya titipan semata, hanya pinjaman semata. Selebihnya
milik ALLAH SWT, maka oleh karena campur tangannyalah saya seperti ini. Mungkin
dengan pasrah dan tetap melakukan kebajikan, Dia akan mengangkat derajat saya.
Mengembalikan ke tempat yang lebih baik dan semua itu kembali, hanya
titipannya. Jadi mau saya statusnya apa, gaji berapa, dilihat atau tidak
kinerjanya hanya ALLAH SWT Yang Maha Mengetahui. Ikhlas dan pasrah, sambil
jalan dan lanjut buat proposal skripsi, sambil lanjut up load peta untuk loket
peta, sambil lanjut mempersiapkan diri kalau-kalau tergusur,sambil lanjut
cari-cari job, dan sambil lanjut sibuk-sibuk acara pernikahan *lhoh*.
Ya sekiranya, ungkapan hati
inilah yang membuat saya lega dan menghentikan isak tangis yang sedari tadi
siang tak dapat terbendung,,,hehe…
Dalam perjalanannya setiap individu maupun pasangan pasti punya jalan cerita sendiri-sendiri, ada yang menarik ada pula yang biasa saja. Menurut saya itu sih memang sudah settingnya dari sana, ga mungkin apabila tidak ada hal yang menarik untuk di share atau diceritakan ke orang lain.
Sudah lumayan lama ga nulis lagi, jadi agak kaku mau nulis apa, tapi saya coba ya. Untuk menceritakan hal yang buat saya lucu, menarik atau mungkin biasa saja.
Kemarin saya sempat bilang sama seorang teman, jika saya mau quit dari jejaring sosial yang saya punya dan ingin melanjutkan ngeblog, tapi dia bilang, don't stop ur connection but keep for writing at ur blog. Kedengeranya sih bener juga ya sekalian promosi *loh*.
Belum lama ini saya nyeriatain kisah cinta [halah] saya dengan pasangan saya, ga yang romantis sih malah mau ceritain hal-hal basi. Ceritanya saya tuh cemburu, berhubung pasangan saya lagi ada di kota lain yang lumayan jauh dari kota saya ini maka tak ayal saya jadi khawatir dan agak curigaan [lebay mode on]. Saya kan taunya dia disana kerja bukan buat kongkow2, jadi sewajarnya dia bertemu dan berinteraksi dengan teman2 dari kantornya donk. Tapi baru sampe malah sudah cerita kalau ketemu teman lamanya yang notabene perempuan *curigation* dan tidak saya kenal. Seneng gitu pula ceritanya, ga nyangka katanya ketemu temen lama. Agak ga respect sebenarnya dengerin dia cerita, tapi ya sudahlah, karena kebetulan temanya itu yang menjemput dia dari bandara dan di drop gatau kemana.
But in case, ga perlu kan ya hal begituan diserta mertakan dengan penayangan publik atau dipublikasi via situs jejaring sosial-nya yang bisa dibaca semua insan, termasuk saya. Merah padamlah saya. Cemburu maksudnya, ko bisa2nya nulis nama [wanita lain] selain nama saya disitu dengan kecebelece. Ugh. Saya aja belum eprnah tuh diperlakukan kaya gitu. Jangankan nulis nama saya, comment di status2 sayapun tidak. No Romantic Guy that I Ever Know.
Saya marah, tentu...ngambek langsung, sms membabi buta tapi ga tau masuk atau gak, secara di hutan itu susah signal, akibat provider Signal Kuat yang Ga Kuat inilah tak ada jaringan di sana. Ga dibales2 tuh sms saya, baru di bales tengah malam buta, karena penyakit radang tenggorokan dan batuk ini saya jadi insomnia. Perang sms lah kita, dia fikir hal-hal kaya gitu sepele dan saya terlalu membesar-besar kan. Tapi buat saya hal sepele gitulah kalau saya gak terima ya tetap saja ga bisa diterima. Hello,,,memang sejak kapan sih kamu kenal aku? Udah dilamar pula, masa gak tau tingkah polah saya kalau lagi cemburu. Nyebelin tauk, ya kan?
Dari situ perang sms terus tuh, udah jauhan, ga ketemuan, dalam keadaan kangen tapi malah berantem. Sedih deh. Tambah parah rasanya penyakit saya.
Tapi ya gitulah, bukan saya namanya klau kalau ga cari gara2, sampai2 pasangan saya sampe capek sendiri dan akhirnya dari marah-marah sampai baik sendiri. Ujung2nya di telepon,,,yey...yippi.
Baikan lagi deh :), syenangnyah..
Intinya sih gini, dalam perjalanan individu ataupun pasangan kan pasti punya konflik, tapi serumit dan sekompleks apapun masalah itu pasti tetap ada jalan keluarnya. Memang mesti ada yang mengalah salah satu pihak untuk bisa melebur semua keegoisan demi terciptanya kerukunan kembali.
Hehe,,,,,tulisan ini inspiring buat diri saya sendiri koq, bukan buat siapa2..ditulis dan dishare supaya saya terus bisa mengingat-ingat bahwa dari masa sedih itu pasti ada masa bahagia. Dimana bahagia itu bisa datang apabila kita sendiri yang mencarinya.
Dan satu lagi, cemburu itu tandanya cinta.
Keep spirit and Happy Valentine Days :)
Ajari aku tuk bisa, menjadi yang engkau cinta Agar ku bisa memiliki rasa yang luar biasa Untukmu dan Untukku...
[Ajari - Adrian Martadinata]
Sudah saatnya saya ikhlas menjalani semua ini dengan lapang hati
Sepertinya saya sudah mulai memaknai akhir dari pencarian selama ini Bisa menerimanya dengan setulus hati, dan berniat untuk mendampinginya seumur hidup Berani mengabdi untuk sebuah kebahagian..
Akan aku buktikan bahwa ku ingin menjadi pendampingnya sesuai keinginannya Mungkin telah ku robohkan dinding keegoisan dan ku rontokan gengsiku Akan ku rengkuh sebuah kebahagiaan atas nama toleransi dan pengertian Berharap semua ini awal dari keberhasilan kami berdua..
Sayang,, Berusahalah untuk jadi yang terbaik Terbaik untukmu, untuk keluargamu, dan untuk keluarga kita nantinya Jangan pernah menghentikan langkah dan meredupkan impian Karena aku akan selalu setia disampingmu Namun ingat fikirkan semua langkahmu sebaik-baiknya Jangan ikuti hawa nafsumu untuk wujudkan setiap keinginan Merealistiskan semua dalam wacana yang sewajarnya Jangan berkata sanggup jika kamu yakin tak akan mampu Dan terus berjuanglah untuk setiap kebahagianmu Aku yakin, suatu saat nanti kita akan bahagia
Alhamdulilah Ya Allah,,, atas
semua kenikmatan yang Kau berikan, atas berkah dan karunia yang Kau tebarkan
semoga Ridho-Mu selalu melimpahi kami berdua. Hanya ingin berbagi kebahagian,
bahwa saat ini saya (dan pasangan) telah melakukan prosesi lamaran yang
dilanjut dengan acara tunangan. Jadi kami telah resmi bertunangan dengan saksi
segenap keluarga besar dan ini merupakan langkah awal yang InsyaAllah baik ke
depannya.
Proses yang sangat panjang telah
kami lalui untuk sampai tahap ini, cukup rasanya 1 tahun perjalanan cinta ini
terjalin melalui proses pengenalan. Setelah beberapa kali perbincangan,
akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan keseriusan hubungan dengan saling
mengikat hati dan jiwa terutama untuk sama-sama memantapkan diri untuk melangkah
ke arah pelaminan. InsyaAllah setelah proses ini berjalan sesuai dengan waktu
yang kita inginkan dan segala persiapan kami siapkan maka pengikatan janji suci
sehidup semati akan kami laksanakan..amin.
Ini
keinginanku, dari saat kita bertemu
Ini
janjimu, saat aku telah menjadi milikmu
Dan
ini langkah awal kita untuk terus bersatu
Maka
Tuhan,,senantiasakanlah kebahagiaan itu terus menerus
Semoga
doa restu dari semua
Menyertai
dan menerangkan langkah-langkah kami
Kala kita
lihat, sepasang merpati, terbang lepas bebas tepat dihadapan..lalu kau bertanya
kapan kita bagai mereka, terbang lepas bebas, lepas bebas ke ujung dunia..Dan
kau bertanya maukah ku terima, pinangan tanpa sisa cinta yang lain..Rona
bahagia terpancar dari anggukan, saat kau pasangkan, pasang cincin
dijemari…Terima kasih kau terima pertunangan indah ini, Bahagia meski mungkin
tak sebebas merpati…
Thank you so much honey,,,that’s
our day…our love and our future..i love u so much,,,muach
Ya ALLAH,,, Semoga Kau berikan kemudahan untuk segala sesuatunya Semoga Kau perlancar jalannya Semoga Kau limpahkan segala Ridho-Mu
Hmm,,, Mudah-mudahan ga ada masalah untuk perizinan, ga ada masalah untuk transportasi, ga ada masalah untuk pertemuan [pertama] dan selanjutnya tidak ada masalah intern yang terjadi. Semoga semua bisa menerima saya dengan baik, hangat, dan tangan terbuka
ALLAH SWT Maha Penyayang dan Maha Baik, maka dengan yakin saya pasti diberikan hal yang baik pula. Deg-degan sih tapi InsyaAllah semua berjalan lancar. Amin...
Sayang,,,
Ternyata mencintaimu itu begitu indah
Menyayangimu seakan menuansakan diri dengan kebahagiaan
Menemani, mendampingi dan berusaha mengerti
Nikmat ini begitu menjalar keseluruh tubuh
Tak henti-hentiku ku selalu Bertasbih
Bahwa Allah Semesta Alam terlalu baik
Memberikan semua ini hanya untukku
Aku yang mencintaimu
Sayang,,,
Jika suatu saat aku terhenti untuk berucap syukur
Maka tolong ingatkan aku
Untuk tak pernah berhenti bersyukur
Bersyukur akan rasa cintaku padamu
Yang tak lepas dari Karuni Ilahi
Semoga tak lebih dari rasa cintaku pada-Nya
Sehingga aku terus bertafakur
Mengharapkan ridho atas cinta untukmu
Ya Allah,,,
Jika kebahagiaan saat ini memang milikku
Maka tolong jangan ambil lagi dariku
Biarkan dia tetap disisiku
Untuk setia menemani sampai waktuku
Ya Allah,,,
Jangan lepaskan aku dari seribu rasa genggaman-Mu
Biar aku rasakan nikmat tiada terkira ini
Dengan sejuta harapan bahwa
Kau izinkan aku bersanding dengan orang yang mencintaiku
Berharap lahir dan batin